Tampilkan postingan dengan label Kisah Unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Unik. Tampilkan semua postingan

Kisah Uang Seribu dan Seratus Ribu

Pada suatu ketika selembar uang seribu dan selembar uang seratus ribu bertemu kembali setelah beberapa tahun berpisah, di dalam sebuah dompet milik seseorang.
Si uang seribu bertanya kepada uang seratus ribu, "mengapa tubuhmu tetap bersih dan rapi, sehingga kau terlihat selalu seperti baru, wahai uang seratus ribu ?". 
"Ya benar, karena aku begitu keluar dari bank, dipegang oleh orang-orang kaya yang sangat menyayangi uangnya, dan aku beredar di kalangan atas, para pengusaha, pejabat dan kalangan artis", "mereka menyangiku sehingga aku disimpan di dalam dompet maupun tas secara rapi", jawab si uang seratus ribu dengan bangganya. Lalu dia balik bertanya kepada si uang seribu, "sedangkan kau, mengapa sekarang begitu lusuh, kumal dan kotor begitu, hai uang seribu ?".
Si uang seribu pun menjawab, "benar, aku memang sangat kotor dan kumal, karena begitu keluar dari bank, aku langsung jatuh ke tangan pedagang kaki lima, tukang parkir bahkan jatuh ke tangan pengemis, pada dasarnya aku banyak beredar di kalangan menengah ke bawah, tapi wahai uang seratus ribu, apakah engkau pernah singgah ke kantung kolekte gereja ? pemilikku sering membawaku ke gereja, mesjid, vihara, serta kuil hindu untuk dijadikan persembahan". Mendengar itu sedihlah si uang seratus ribu, dan iapun berkata kepada si uang seribu, "wahai uang seribu, pemilikku tidak pernah sekalipun membawaku ke tempat-tempat seperti yang engkau sebutkan tadi, ternyata engkau jauh lebih berharga, perjalananmu sangat berarti. Engkau sering bertemu dengan Tuhan, dan engkau jauh lebih berguna dibandingkan dengan aku ini".


* Janganlah meremehkan sesuatu yang terlihat kecil, karena sesuatu yang besar tidak akan berarti jika tidak digunakan untuk kebaikan.

Munafik

Suatu Minggu pagi pada sebuah Gereja yang besar, sebanyak 2000 anggota jemaat terkejut ketika melihat seorang pria masuk ke dalam gereja, dari kepala sampai ujung kaki tertutup topi dan jubah hitam serta sambil memegang senjata otomatis. 


Lalu, pria tersebut berteriak dengan lantang, "Siapa yang bersedia menahan peluru bagi Kristus tetaplah berada di tempat Anda!!!".


Secara spontan para paduan suara melarikan diri, diaken melarikan diri dan sebagian besar jemaat melarikan diri meninggalkan gereja. 
Dari 2000 anggota jemaat, kini hanya tersisa sekitar 200 orang.
Pria yang berbicara dengan lantang tadi melepas jubahnya, memandang pendeta dan berkata, "Bapa Pendeta ! Oke Bapa ... saya telah menyingkirkan semua anggota jemaat Anda yang munafik. Sekarang silahkan Bapa memulai pelayanan bagi jemaat", 
"Shaloom!".


Lalu pria tersebut berbalik dan tiba-tiba menghilang.


bukan banyaknya jumlah jemaat yang diminta Tuhan, tetapi kasih setia bagi Tuhan.